GIAT BELAJAR AMTSILATI

iklan

TEAT

PARA SANTRI KAMI UCAPKAN SELAMAT KEMBALI KE PESANTREN, SEMOGA ILMUNYA MANFAAT DAN BAROKAH. BELAJAR AMTSILATI VIA ONLINE/OFFLINE HUB. +62852 5971 7000

Isim maushul dan kemabniannya ( materi amtsilati jilid satu bab IV )

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله رب العالمين وبه نستعين على أمور الدنيا والدين، وصلى الله وسلم على سيدنا محمد خاتم النبيين و اله وصحبه اجمعين، ولا حول ولاقوة إلا بالله العليّ العظيم.

إِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ الْمُصْطَفَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاَلِهِ وَاَصْحَابِهِ واَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّاتِهِ وَاَهْلَ بَيْتِهِ وَالْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَالْأَوْلِيَاءِ وَالشُّهَـدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَالْعُلَمَاءِ وَالْمُصَنِّفِيْنَ وَجَمِيْعِ الْمَلاَئِكَةِ الْمُقَرَبِيْنَ وَخُصُوْصًا إِلَى حَضَرَةِ مُؤَلِّفِ هَذَالْكِتَابِ وَاَهْلِ بَيْتِهِ وَذُرِّيَّاتِهِ وَمَنْ يُعَاوِنُ عَلَى نَشْرِ هَذَالْكِتَابِ لَهُمُ الْفَاتِحَةُ

ISIM MAUSHUL DAN KEMABNIANNYA

Pada artikel ini saya akan membahas bab IV jilid satu materi amtsilati. bab IV ini adalah akhir pembahasan jilid satu, sebagaimana yang saya tulis sebelumnya dengan secara urut. mulai bab I pegenalan huruf – huruf baik pengaruh pada kata setelahnya dan kemabniannya, bab II dlomir da kemabniannya, bab III isim isyaroh da kemabniannya.

Materi bab IV jilid satu amtsilati adalah isim maushul dan keabniannya. isim maushul adalah penghubung, kalimat setelah maushul adalah shilah. shilah ada dua macam:

- jumlah

- Syibhu ( serupa jumlah ).

Jumlah ismiyyah apabila setelah maushul berupa isim

Jumlah fi’liyyah apabila setelah maushul berupa fi’il

Syibhu jumlah apabila setelah maushul berupa dlorof atau jar majrur.

Ini sebagai pengenalan macam – macam jumlah, masih belum menentukan isim, fi’ilnya. begitu pula dlorofnya. sebab pembahasannya isim masih di jilid dua, fi’il dibahas di jilid empat. jadi yang perlu di ketahui setelah maushul ada shilah dan macam – macamnya seperti di atas.

Isim maushul sama dengan dlomir, isyarah dalam hal ada yang untuk mudzakkar, ada yang untuk muannats. begitu pula untuk mufrod, tatsniyah, jamak. lebih jelasnya lihat ringkasan di halaman terkahir jilid satu.

Isim maushul untuk mudzakkar   اَلَّذِيْ  sedangkan untu muannats  اَلَّتِيْ  dasarnya

مَوْصُوْلُ الْأَسْمَاءِ الَّذِيْ الْأُنْثَى الَّتِيْ  #  وَالْيَا إِذَا مَا ثُنِّيَ لاَ تُثْبِتِ

Isim maushul untuk mudzakkar    اَلَّذِيْ #  untuk muannats memakai   اَلَّتِيْ

Ya’nya kedua maushul ini dibuang  #  Dalam tatsniyah semua tak dipasang

Al yang terdapat dalam isim maushul adalah Al zaidah lazimah ( Al yang wajid nempel )

Dasarnya

وَقَدْ تُزَادُ لاَزِمًا كَالَّذِيْ # وَالْاٰنَ وَالَّذِيْنَ ثُمَّ اللَّاتِيْ

Tambahan AL dengan lazim di  اَلَّتِيْ   #    اَلْاَنَ   dan maushul seperti    اَللَّاتِيْ

Contoh uraian

اَلَّذِيْ جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ

اَلَّذِيْ adalah isim maushul, isim maushul hukumnya mabni. dasarnya

وَكَنِيَابَةٍ عَنِ الْفِعلِ بِلاَ  #  تَأَثُّرٍ وَكَافْتِقَارٍ أُصِّلاَ

Dan serupa di dalam butuh sambungan  #  Contoh maushul mu’rob tanpa kesamaan

اَلَّذِيْ Al-nya adalah Al zaidah lazimah. dasarnya

وَقَدْ تُزَادُ لاَزِمًا كَالَّتِيْ  #  وَالْاٰنَ وَالَّذِيْنَ ثُمَّ اللَّاتِيْ

Tambahan AL dengan lazim di  اَلَّتِيْ   #    اَلْاَنَ   dan maushul seperti    اَللَّاتِيْ

جَعَلَ adalah shilah, terletak setelah maushul. dasarnya

وَكُلُّهَا يَلْزَمُ بَعْدَهُ صِلَةْ  #  عَلَى ضَمِيْرٍ لاَئِقٍ مُشْتَمِلَةْ

Setelah maushul harusnya ada shilah # Mengandung dlomir dan shilah bentuk jumlah

Shilah bentuk jumlah. dasarnya

وَجُمْلَةٌ اَوْ شِبْهُهَا الَّذِيْ وُصِلْ  #  بِهِ كَمِنْ عِنْدِ الَّذِى ابْنُهُ كُفِلْ

Jumlah dan yang menyamai dengan jumlah # Bentuk jar majrur dan dlorof jadi shilah

Karena materi isim atau fi’il pembahsannya belum ( terdapat pada jilid berikutnya ), maka pada artikel tidak menentukan bentuk jumlah, cukup fahami dahulu macam – macam shilah.

Metode Amtsilati
Foto: Santri yayasan pendidikan islam dan ssosial DARUL KHIDMAH Beddian Jambesari Darussholah Bondowoso Jawa Timur ( Pembina penulis artikle ini ) belajar via online indonesia - malaysia

seperti contoh di atas lafadz  جَعَلَ  tidak saya urai, karena pembahasan fi’il masih di jilid empat.

لَكُمْ

لَ asalnya   لِ  dibaca fatahah karena bergandeng dengan dlomiri muttashi yaitu  كُمْ 

Dasarnya

وَلاَمَ جَرٍّ فَافْتَحَنْ إِنْ يَتَّصِلْ  #  بِهَا ضَمِيْرٌ غَيْرُ يَاءٍ مُتَّصِلْ

Lam jar jika bertemu dlomir muttashil # Selain ya’ dibaca fathah tak musykil

لِ adalah huruf jar, dasarnya

هَاكَ حُرُوْفَ الْجَرِّ وَهْيَ مِنْ إِلَى # حَتَّى خَلاَ حَاشَا عَدَ فِيْ عَنْ عَلِى

مُذْ مُنْذُ رُبَّ اللاَّمُ كَيْ وَاوٌ وَ تَــا # وَالْكـَافُ وَ الْبَـا وَلَعَــــــــلَّ وَ مَتَى

Huruf jar itu berupa min dan ilaa # Hatta khalaa hasyaa ‘adaa fii ‘an ‘alaa

Mudz mundzu Lam dan Kay wawu dan Ta # Huruf Kaf dan Ba dan La’alla dan Mata

Semua huruf termasuk huruf jar hukumnya mabni, Dasarnya

وَكُلُّ حَــرْفٍ مُسْتَحِقٌّ لِلْبِنَــا # وَالْأَصْــلُ فِي الْمَبْنِيِّ أَنْ يُسَـــــــكَّنَ

Dan semua huruf hukumnya mabni # Sukun jadi tanda aslinya mabni

لِ  mabni sukun

كُمْ  lafadz setelah huruf jar, hukumnya jar atau majrur ( dijarkan oleh لِ ) tanda jarnya tetap ( tidak dengan kasroh ) di sebut dlomir muttashil mahal jar.

كُمْ  adalah dlomir, dlomir hukumnya mabni, dasarnya

وَكُلُّ مُضْمَرٍ لَهُ الْبِنَا يَجِبْ  #  وَلَفْظُ مَا جُرَّ كَلَفْظِ مَا نُصِبْ

Semua dlomir juga mabni hukumnya  #  Lafadz jarnya seperti lafadz nashabnya

 

Semuga artikel ini bisa membantu menambah pengetahuan di dalam belajar metode amtsilati. semuga pula bermanfaat dan barokah. Aaamiin

 

*Miliki bukunya dan pelajari isinya.

Kritik, saran, tanggapan anda bisa anda tulis di kolom komentar atau via wa:

0852 5971 7000

Penulis: Moh Mahfudz Rozy

Support dakwah dengan infaq: BSI Rek 1177974474 an. MOH MAHFUDZ ROZY

About Us

Contact Us

Privacy Policy

Disclaimer

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *