GIAT BELAJAR AMTSILATI

iklan

TEAT

PARA SANTRI KAMI UCAPKAN SELAMAT KEMBALI KE PESANTREN, SEMOGA ILMUNYA MANFAAT DAN BAROKAH. BELAJAR AMTSILATI VIA ONLINE/OFFLINE HUB. +62852 5971 7000

Isim Fa’il wazan MUFAA’ILUN مُفَـاعِلٌ penerapan rumus A2 ( Amtsilati Jilid 2 )

AMTSILATI JILID DUA

BAB III

ISIM FA’IL WAZAN MUFAA’ILUN

Wazan – wazan isim fa’il sebagian sudah saya tulis dalam artikuel sebelumnya yang diikuti dengan uraian secara detail sesuai dengan materi yang telah dipelajari, sehingga dengan mengikuti artikel secara berurutan insya-Allah akan faham dan hafal. inilah yang menjadi harapan saya di dalam menulis artikel ini.

Jadi artikel ini bukanlah satu – satunya mengantarkan belajar nahwu dengan metode amtsilati, akkan tetapi sebagai pendamping di dalam belajar, tentunya selain membaca artikel ini sudah memiliki buku yang telah dikeluarkan secara resmi oleh pusat amtsilati yaitu pondok pesantren DARUL FALAH Bangsri Jeapara Jawa tengah.

Dan memiliki buku metode amtsilati tidak dengan cara memfotocopy sebab hal itu sangat dilarang oleh penyusun ( K.H. TAUFIQUL HAKIM ). buku yang asli ada hologram amtsilati yang terdapat di masing – masing buku. semoga dengan memiliki buku diberi kemudahan di dalam belajar, manfaat dan barokah. Aaamiin

 

Kunjungi video playlist:

KBM Amtsilati, Amtsilati Jilid 1 2020, Amtsilati Jilid 1, Amtsilati Jilid 2, Amtsilati Jilid 3, Amtsilati Jilid4, Amtsilati Jilid 5.

 

Kembali pada pembahasan berikuti ini sebagaimana judul di atas yaitu isim fa’il yang wazan mufaa’ilun. tentunya sudah kita tahu akan makna daripada isim fa’il.

مُفَاعِـلٌ

Huruf yang tertulis ada lima diawali mim dlommah, huruf ketiga alif dan ‘ain fi’il dibaca kasroh Bermakna orang yang ….., barang yang ….. .

Di dalam setiap wazan ada fa’ fi’il, ‘ain fi’il, lam fi’il. yang lurus dengan fa’ maka disebut fa’ fi’il, yang lurus dengan ‘ain disebut ‘ain fi’il dan yang lurus dengan lam maka sebutannya lam fi’il. mengetahui ini sangatlah penting di dalam menentukan lafadz.

Apa saja wazan – wazan isim fa’il ?

Wazan – wazannya adalah:

فَاعِلٌ، فَعِيْلٌ، مُفْعِلٌ، مُفَعِّلٌ، مُفَاعِلٌ، مُفْتَعِلٌ،  مُنْفَعِلٌ، مُتَفَعِّلٌ، مُتَفَاعِلٌ، مُسْتَفْعِلٌ

Selain mengetahui wazan maka harus juga ketahui bahwa di dalam menetukan wazan tidak menghitung huruf tambahan.

Foto: Santri yayasan pendidikan islam dan sosial DARUL KHIDMAH Beddian Jambesari Darussholah Bondowoso Jawa Timur. ( Binaan penulis )

Apa saja yang masuk huruf tambahan ?

Termasuk huruf tambahan adalah:

اَلْـ، انِ، يْنِ، وْنَ، يْنَ،اتٌ،اتٍ، ةً، ةٍ، ةٌ

Bagaimana cara menentukannya ?

Dalam menentukan tentunya haru sesuai atau cocok dengan wazannya. isim fa’il mengikuti wazan mufaa’ilun sebagaimana contoh di bawah ini:

مُفَاعِـلٌ

مُقَـارِبٌ

مُجَـاوِرٌ

 

Kita ketahui lafadz seperti di atas di awali mim dlommah, ketiga berupa alif dan ‘ain fi’il sama – sama dibaca kasroh maka termasuk isim fa’il yang mengikuti wazan mufaa’ilun.

Bagaimana membacanya ketika tidak berharokat ?

Nah di sinilah pentingnya dalam belajar ini, Apabila tidak berharokat maka sesuaikan dengan lafadz sebelumnya dalam memberi makna. jika cocok bermakna isim fa’il maka bacanya atau harokatnya persis lafadz di atas.

Apakah ada jumlah lafadz sama tapi bukan isim fa’il ?

Ada

Seperti apa contohnya ?

Mari kita perhatikan contoh lafadz berikut ini:

مُفَاعِـلٌ

يُحَـاسِبُ

يُقَـارِبُ

يُجَـاهِدُ

Apa perbedaannya ?

Yang membedakan adalah kalau isim fa’il yang ikut wazan mufaa’ilun di awali mim dlommah, pada lafadz di atas di awali ya’. maka bukanlah isim fa’il walaupun ‘ain fi’ilnya ( sin, ro’, ha’ ) dibaca kasroh.

Lalu apakah juga disebut isim fa’il seperti lafadz  مُقَـارَبٌ ?

Tidak bisa, atau bukan isim fa’il walaupun sama – sama diawali mim dlommah, ketiga berupa alif. sebab ‘ain fi’il ( ro’ ) dibaca fathah.

Contohkan yang ada huruf tambahan !

Isim fa’il berwazan  مُفَـاعِلٌ  yang ada tambahannya seperti:

Tambahan Al  اَلْمُسَافِرُ

Tambahan Al dan wawu nun  اَلْمُجَـاهِدُوْنَ

Tambahan Al da ya’ nun  اَلْمُسَافِرِيْنَ


Artikel terkait:

Tanda –tanda isim

Jamak mudzakkar salim

Jamak muannats salim

Jamak taksir

Isim fa’il faa’ilun

 

Contoh uraian

مُجَـاهِدٌ

Rumus utama: 

Bedakan setiap kata / lafadz antara: a) isim b) fi’il c) huruf. dasarnya

 

إِسْمًا وَ فِعْلاً ثُمَّ حَرْفًا مَيِّزَا # لَفْظًا بِمَا مِنَ الْعَلاَمَةِ احْرِزَا

Bedakan dulu isim fi’il dan huruf  #  Dengan tanda tanda isim fi’il huruf

 

مُجَـاهِدٌ  adalah isim, tandanya tanwin. dasarnya

بِالْجَرِّ وَالتَّنْوِيْنِ والنِّدَا وَاَلْ # وَمُسْنَدٍ لِلْإِسْمِ تَمْيِيْزٌ حَصَلْ

Tanda isim dengan jer tanwin Al nida’ # dan musnad ilaih contoh fa’il mubtada

Karena yang kita temui isim maka berikutnya penerapan rumus A1.

Rumus A1 adalah membedakan isim antara:

- Ma’rifat / Nakiroh

- Mabni / Mu’rob

- Mudzakkar / Muannats

- Mufrod / mutsanna / Jamak

مُجَـاهِدٌ  adalah nakiroh, karena tanwin. dasarnya

نَكِرَةٌ قَابِلُ اَلْ مُؤَثِّرَةْ # اَوْ وَاقِعٌ مَوْقِعَ مَا قَدْ ذُكِرَ

Nakiroh jadi ma’rifat bila ber-Al # ciri mudahnya tanwin dapat dihafal

مُجَـاهِدٌ  adalah mu’rob, karena tidak serupa dengan huruf. dasarnya

وَمُعْرَبُ الْأَسْمَاءِ مَا قَدْ سَلِمَا # مِنْ شَبَهِ الْأَرْضِ كَأَرْضٍ وَسُمَا

Mu’robnya kalimat isim itu sepi # serupa huruf contoh  سُمَا dan  اَرْضٍ

مُجَـاهِدٌ  adalah mudzakkar, karena mufrodnya tidak ada tanda – tanda muannats.

Tanda - tanda muannats

- Diakhiri alif ( ا / ى )

- Diakhiri Ta’ ( ة )

Dasarnya

عَلاَمَةُ التَّائْنِيْثِ تَاءٌ اَوْ اَلِفْ # وَفِيْ اَسَمٍ قَدَّرُوا التَّا  كَالْكَتِفْ

Cirinya muannats alif atau Ta’ # Dan kadang tanpa tanda dengan nyimpan Ta’

مُجَـاهِدٌ  adalah mufrod, karena bermakna satu dan tidak ada tanda – tanda mutsanna atau jamak.

Rumus A2:

Tentukan kata / lafadz antara: isim fa’il, isim maf’ul, mashdar. atau bukan isim fa’il, bukan isim maf’ul dan juga bukan mashdar.

Apabila bukan dari salah satu tiga di atas maka yang menentukan kamus.

Apa saja yang ditentukan kamus ?

Yang ditentukan adalah: mashdar madli tiga huruf, mashdar mim, jamak taksir, jamid.

Termasuk yang manakah lafadz  مُجَـاهِدٌ  menurut rumus A2 ?

مُجَـاهِدٌ  adalah isim fa’il mengikuti wazan  مُفَـاعِلٌ .

مُجَـاهِدٌ  dengan tanwin karena tidak ada AL. dasarnya

وَيُخْذَفُ التَّنْوِيْنُ فيِ الْإِسْمِ إِذَا # دَخَلَ فِيْهِ اَلْ وَبِالْعَكْسِ كَذَا

Isim jika ada AL tanwin dibuang # Bila tidak ada Al tanwin dipasang

Semoga artikel ini bisa bermanfaat dan barokah serta dapat menjadi pendamping bagi pemula yang belajar ilmu dengan menggunakan metode amtsilati. Aaamiin

*Miliki bukunya dan pelajari isinya.

Kritik, saran, tanggapan anda bisa anda tulis di kolom komentar atau via wa:

0852 5971 7000

Penulis: Moh Mahfudz Rozy

Support dakwah dengan infaq: BSI Rek 1177974474 an. MOH MAHFUDZ ROZY

About Us

Contact Us

Privacy Policy

Disclaimer

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *