BELAJAR AMTSILATI

iklan

TEAT

MOHON BANTUAN ANDA UNTUK PEMBANGUNAN MUSHOLLA DAN ASRAMA SANTRI DARUL KHIDMAH BEDDIAN JAMBESARI BONDOWOSO JAWA TIMUR. BISA VIA REK BANK SYARIAH INDONESIA ( BSI ) NO REK: 1177974474 an. MOH MAHFUDZ ROZY. KONFRM INFAQ ( SPASI ) NAMA ( SPASI ) NOMINAL ( SPASI ) ALAMAT. KIRIM KE 0852 5971 7000. TERIMA KASIH

Kamis, 21 April 2022

Wazan mashdar مُفَـاعَلَـةٌ penerapan rumus A2 bab V ( Amtsilati JIlid 2 )

Bondowoso, Amtsilati.com

AMTSILATI JILID 2

BAB V

WAZAN MASHDAR مُفَـاعَلَـةٌ

Wazan mashdar berikut ini adalah مُفَـاعَلَـةٌ huruf pertama berupa mim dlommah, yang ketiga berupa alif dan huruf terakhir ta’ marbuthah.

Apa saja wazan – wazan mashdar ?

Wazan – wazan adalah:

إِفْعَـالٌ، إِفْتِعَـالٌ، إِنْفِعَـالٌ، تَفْعِيْـلٌ، تَفَعُّـلٌ، تَفَـاعُلٌ، مُفَـاعَلَـةٌ، إِسْتِفْعَـالٌ

Sama sebagaimana sebelumnya agar mudah dalam menentukan wazan maka tidak menghitung huruf tambahan yaitu:

اَلْـ، انِ، يْنِ، وْنَ، يْنَ،اتٌ،اتٍ، ةً، ةٍ، ةٌ

Baiklah kali ini saya akan melanjutkan wazan mashdar yang berupa مُفَـاعَلَـةٌ


Contoh:

مـراقبة adalah mashdar mengikuti wazan مُفَـاعَلَـةٌ

مسامحة adalah mashdar mengikuti wazan مُفَـاعَلَـةٌ

مجانسة adalah mashdar mengikuti wazan مُفَـاعَلَـةٌ

مـفارقة adalah mashdar mengikuti wazan مُفَـاعَلَـةٌ

محاسبة adalah mashdar mengikuti wazan مُفَـاعَلَـةٌ

Latihan menentukan mashdar wazan مُفَـاعَلَـةٌ

وَالْمَقصُوْدُ بِمفـارقـةِ الْإِمَامِ قَطْعُ  الْإِقْتِـدَاءِ بِهِ وَإِتْمَامُ الصَّلاَةِ مُنْفَـرِدًا، ولايَجُوْزُ له مفـارقـة إِمَامِهِ إِلاَّ من عُذْرٍ، بِأَنَّ حَقُّ اللهِ مَبْنِيٌّ على الْمُسَـامَحَةِ و حَقُّ الْأَدَمِيِّ مبنيّ على الْمُشَـاحَةِ، محاسبة النَّفْسِ، مَوْضُوْعٌ تَحْتَ الْمُـرَاقَبَـةِ.

Contoh uraian:

ولايَجُوْزُ له مفـارقـةُ إِمَامِهِ إِلاَّ من عُذْرٍ

و لا

Rumus utama:

Bedakan setiap kata / lafadz antara: a) isim b) fi’il c) huruf. dasarnya:

 

إِسْمًا وَ فِعْلاً ثُمَّ حَرْفًا مَيِّزَا # لَفْظًا بِمَا مِنَ الْعَلاَمَةِ احْرِزَا

Bedakan dulu isim fi’il dan huruf  #  Dengan tanda tanda isim fi’il huruf 

و لا  adalah huruf. dasarnya

هَاكَ حُرُوْفَ الْجَرِّ وَهْيَ مِنْ إِلَى # حَتَّى خَلاَ حَاشَا عَدَ فِيْ عَنْ عَلِى

مُذْ مُنْذُ رُبَّ اللاَّمُ كَيْ وَاوٌ وَ تَــا # وَالْكـَافُ وَ الْبَـا وَلَعَــــــــلَّ وَ مَتَى

Huruf jar itu berupa min dan ilaa # Hatta khalaa hasyaa ‘adaa fii ‘an ‘alaa

Mudz mundzu Lam dan Kay wawu dan Ta # Huruf Kaf dan Ba dan La’alla dan Mata

Semua huruf termasuk huruf jar hukumnya mabni. dasarnya:

Foto: Santri yayasan pendidikan islam dan sosial DARUL KHIDMAH Beddian Jambesari Darussholah Bonndowoso Jawa Timur, saat mengikuti pesrom 1443 H / 2022 M. ( Pembina penulis artikel ini )

وَكُلُّ حَرْفٍ مُسْتَحِقٌّ لِلْبِنَا # وَالْأَصْلُ فِي الْمَبْنِيِّ أَنْ يُسكَّنَ

Dan semua huruf hukumnya mabni # Sukun jadi tanda aslinya mabni

وَ  mabni fathah

لَا  mabni sukun

يَجُوْز  pembahasan jilid lima amtsilati

لَ  adalah huruf jer asalnya لِ

Semua huruf termasuk huruf jar hukumnya mabni. dasarnya:

وَكُلُّ حَرْفٍ مُسْتَحِقٌّ لِلْبِنَا # وَالْأَصْلُ فِي الْمَبْنِيِّ أَنْ يُسكَّنَ

Dan semua huruf hukumnya mabni # Sukun jadi tanda aslinya mabni

لِ  mabni kasroh

لِ  dibaca لَ karena bersambung dengan dlomir muttashil yaitu ہُ. dasarnya

وَلاَمَ جَرٍّ فَافْتَحَنْ إِنْ يَتَّصِلْ  #  بِهَا ضَمِيْرٌ غَيْرُ يَاءٍ مُتَّصِلْ

Lam jar jika bertemu dlomir muttashil # selain ya’ dibaca fathah tak musykil

ہُ  lafadz setelah huruf jar, hukumnya majrur atau jar. tanda jarnya tetap ( tidak dengan kasroh ) karena dlomir hukumnya mabni. dasarnya:

وَكُلُّ مُضْمَرٍ لَهُ الْبِنَا يَجِبْ # وَلَفْظُ مَا جُرَّ كَلَفْظِ مَا نُصِبْ

Semua dlomir juga mabni hukumnya # Lafadz jarnya seperti lafadz nashabnya

ہُ  mabni dlommah, dalam mahal jer dijer oleh لِ

 

مفـارقـةُ  adalah isim, karena tanwin  ( dibuang karena menjadi mudlaf ). dasarnya      

بِالْجَرِّ وَالتَّنْوِيْنِ والنِّدَا وَاَلْ # وَمُسْنَدٍ لِلْإِسْمِ تَمْيِيْزٌ حَصَلْ

Tanda isim dengan jer tanwin Al nida’ # dan musnad ilaih contoh fa’il mubtada

مفـارقـةُ  tanpa Al dan tanpa tanwin karena menjadi mudlof, syaratnya mudlof tanpa AL, tanpa tanwin, tanpa nun tasniyah, tanpa nun jamak. dasarnya

نُوْنًا تَلِي الْإِعْرَابَ اَوْ تَنْوِيْنَا  #  مِمَّا تُضِيْفُ اخْذِفْ كَطُوْرِسِيْنَا

وَالثَّانِيَ اجْرُرْ وَانْوِ مِنْ اَوْ فِيْ إِذَا  #  لَمْ يَصْلُحْ إِلاَّ ذَاكَ وَاللَّامَ خُذَا

Nun tanwin yang jadi mudlaf dibuang # mudlaf ilaih jar dan al mudlaf dibuang

Idlafah harus menyimpan maknanya Fi # Atau maknya Min dan maknaya Li

إِمَـامِ menjadi mudlaf ilaih, hukumnya jar. Dasarnya:

نُوْنًا تَلِي الْإِعْرَابَ اَوْ تَنْوِيْنَا  #  مِمَّا تُضِيْفُ اخْذِفْ كَطُوْرِسِيْنَا

وَالثَّانِيَ اجْرُرْ وَانْوِ مِنْ اَوْ فِيْ إِذَا  #  لَمْ يَصْلُحْ إِلاَّ ذَاكَ وَاللَّامَ خُذَا

Nun tanwin yang jadi mudlaf dibuang # mudlaf ilaih jar dan al mudlaf dibuang

Idlafah harus menyimpan maknanya Fi # Atau maknya Min dan maknaya Li

إِمَـامِ tanda jarnya kasroh. Dasarnya:

فَارْفَعْ بِضَمٍّ وَانْصِبَنْ فَتْحًا وَجُرّ # كَسْرًا كَذِكْرُ اللَّهِ عَبْدَهُ يَسُرّ

وَاجْزِمْ بِتَسْكِيْنٍ وَغَيْرُ مَا ذُكِرْ # يَنُوْبُ نَحْوُ جَااَخُوْا بَنِيْ نَمِرْ

Rofa’ dlommah nashob fathah jazem sukun # Jer kasroh dzikirlah Allah dengan tekun

إِمَـامِ tanpa Al dan tanwin karena mudlof dari ہِ . dasarnya

نُوْنًا تَلِي الْإِعْرَابَ اَوْ تَنْوِيْنَا  #  مِمَّا تُضِيْفُ اخْذِفْ كَطُوْرِسِيْنَا

وَالثَّانِيَ اجْرُرْ وَانْوِ مِنْ اَوْ فِيْ إِذَا  #  لَمْ يَصْلُحْ إِلاَّ ذَاكَ وَاللَّامَ خُذَا

Nun tanwin yang jadi mudlaf dibuang # mudlaf ilaih jar dan al mudlaf dibuang

Idlafah harus menyimpan maknanya Fi # Atau maknya Min dan maknaya Li

ہِ  dalam mahal jer menjadi mudlof ilaih. tanda jernya tetap karena dlomir hukumnya mabni. dasarnya

وَكُلُّ مُضْمَرٍ لَهُ الْبِنَا يَجِبْ # وَلَفْظُ مَا جُرَّ كَلَفْظِ مَا نُصِبْ

Semua dlomir juga mabni hukumnya # Lafadz jarnya seperti lafadz nashabnya

ہِ  mabni dlommah. dibaca ہِ karena berada setelah harokat kasroh yaitu مِـ dasarnya

هَا فَاكْسِرَنْ مِنْ ہُ هُمَا هُنَّ وَهُمْ   #   إِنْ قَبْلَهَا يَالسَّاكِنْ اَوْ كَسْرٌ فَعُمْ

هُنَّ هُمْ هُمَا ہُ ha’ dibaca kasroh # Sebelumnya ya’ sukun atau kasroh

Karena yang kita temui lafadz مفـارقـةُ adalah isim maka berikutnya penerapan rumus A1.

Rumus A1 adalah membedakan isim antara:

- Ma’rifat / Nakiroh

- Mabni / Mu’rob

- Mudzakkar / Muannats

- Mufrod / mutsanna / Jamak

مفـارقـةُ  adalah makrifat, karena mudlof ilaihnya makrifat yaitu إِمَـامِـهِ , إِمَـامِـهِ makrifat karena mudlof ilaihnya makrifat yaitu karena mudlof ilaihnya makrifat yaitu ہِ sedangkan ہِ makrifat karena dlomir. dasarnya

وَغَيْرُهُ مَعْرِفَةٌ كَهُمْ وَذِيْ # وَهِنْدَ وَابْنِ وَالْغُلاِمِ وَالَّذِيْ

Makrifat yaitu selain nakiroh # Dlomir nama Al maushul mudlof isyaroh

مفـارقـةُ  adalah mu’rob, karena tidak serupa dengan huruf. dasarnya

وَمُعْرَبُ الْأَسْمَاءِ مَا قَدْ سَلِمَا # مِنْ شَبَهِ الْأَرْضِ كَأَرْضٍ وَسُمَا

Mu’robnya kalimat isim itu sepi # serupa huruf contoh  سُمَا dan  اَرْضٍ

مفـارقـةُ  adalah muannats, karena ada tanda – tanda muannats.

Tanda muannats diakhiri ta’ atau alif, atau menyimpan ta’. dasarnya

عَلاَمَةُ التَّائْنِيْثِ تَاءٌ اَوْ اَلِفْ # وَفِيْ اَسَمٍ قَدَّرُوا التَّا  كَالْكَتِفْ

Cirinya muannats alif atau Ta’ # Dan kadang tanpa tanda dengan nyimpan Ta’

مفـارقـةُ  adalah mufrod ( menunjukkan makna satu ).

Rumus A2:

Tentukan kata / lafadz antara: isim fa’il, isim maf’ul, mashdar. atau bukan isim fa’il, bukan isim maf’ul dan juga bukan mashdar.

Apabila bukan dari salah satu tiga di atas maka yang menentukan kamus.

Apa saja yang ditentukan kamus ?

Yang ditentukan adalah: mashdar madli tiga huruf, mashdar mim, jamak taksir, jamid.

Termasuk yang manakah lafadz  مفـارقـةُ  menurut rumus A2 ?

مفـارقـةُ  adalah mashdar mengikuti wazan  مُفَـاعَـلَـةٌ.

إِلاَّ pembahasan berikutnya ( adat / huruf istisna’ )

 

Kesimpulan

مفـارقـةُ

Rumus utama: Isim karena tanwin ( dibuang karena menjadi mudlof )

Rumus A1:

Makrifat karena mudlof ilaihnya makrifat

Mu’rob karena tidak serupa degan huruf

Muannats karena diakhiri ta’ marbuthah

Mufrod karena menunjukkan makna satu

Rumus A2:

Mashdar mengikuti wazan مُفَـاعَلَـةٌ

مِنْ

مِنْ  adalah huruf jer. dasarnya

هَاكَ حُرُوْفَ الْجَرِّ وَهْيَ مِنْ إِلَى # حَتَّى خَلاَ حَاشَا عَدَ فِيْ عَنْ عَلِى

مُذْ مُنْذُ رُبَّ اللاَّمُ كَيْ وَاوٌ وَ تَــا # وَالْكـَافُ وَ الْبَـا وَلَعَــــــــلَّ وَ مَتَى

Huruf jar itu berupa min dan ilaa # Hatta khalaa hasyaa ‘adaa fii ‘an ‘alaa

Mudz mundzu Lam dan Kay wawu dan Ta # Huruf Kaf dan Ba dan La’alla dan Mata

Semua huruf termasuk huruf jar hukumnya mabni. dasarnya:

وَكُلُّ حَرْفٍ مُسْتَحِقٌّ لِلْبِنَا # وَالْأَصْلُ فِي الْمَبْنِيِّ أَنْ يُسكَّنَ

Dan semua huruf hukumnya mabni # Sukun jadi tanda aslinya mabni

مِنْ  mabni sukun

عُـذْرٍ  lafadz setelah huruf jar, hukumnya majrur atau jar. tanda jarnya kasroh. dasarnya:

فَارْفَعْ بِضَمٍّ وَانْصِبَنْ فَتْحًا وَجُرّ # كَسْرًا كَذِكْرُ اللَّهِ عَبْدَهُ يَسُرّ

وَاجْزِمْ بِتَسْكِيْنٍ وَغَيْرُ مَا ذُكِرْ # يَنُوْبُ نَحْوُ جَااَخُوْا بَنِيْ نَمِرْ

Rofa’ dlommah nashob fathah jazem sukun # Jer kasroh dzikirlah Allah dengan tekun

عُـذْرٍ  dengan tanwin karena tidak ada Al. dasranya

وَيُخْذَفُ التَّنْوِيْنُ فيِ الْإِسْمِ إِذَا # دَخَلَ فِيْهِ اَلْ وَبِالْعَكْسِ كَذَا

Isim jika ada AL tanwin dibuang # Bila tidak ada Al tanwin dipasang

عُـذْرٍ

Rumus utama:

Bedakan setiap kata / lafadz antara: a) isim b) fi’il c) huruf. dasarnya:

 

إِسْمًا وَ فِعْلاً ثُمَّ حَرْفًا مَيِّزَا # لَفْظًا بِمَا مِنَ الْعَلاَمَةِ احْرِزَا

Bedakan dulu isim fi’il dan huruf  #  Dengan tanda tanda isim fi’il huruf

 

Karena yang kita temui lafadz اَلْكَلاَمِ adalah isim maka berikutnya penerapan rumus A1.

Rumus A1 adalah membedakan isim antara:

عُـذْرٍ  adalah nakiroh, karena tanwin

نَكِـرَةٌ قَابِلُ اَلْ مُؤَثِّـرَةْ # اَوْ وَاقـِعٌ مَوْقِـعَ مَا قَـدْ ذُكِـرَ

Nakiroh jadi ma’rifat bila ber-Al # ciri mudahnya tanwin dapat dihafal

عُـذْرٍ  kalau dimakrifatkan diberi Al menjadi اَلْعُـذْرِ.

عُـذْرٍ  adalah mu’rob, karena tidak serupa dengan huruf. dasarnya

وَمُعْرَبُ الْأَسْمَاءِ مَا قَدْ سَلِمَا # مِنْ شَبَهِ الْأَرْضِ كَأَرْضٍ وَسُمَا

Mu’robnya kalimat isim itu sepi # serupa huruf contoh  سُمَا dan  اَرْضٍ

عُـذْرٍ  adalah mudzakkar, karena tidak ada tanda – tanda muannats.

Tanda muannats diakhiri ta’ atau alif, atau menyimpan ta’. dasarnya

عَلاَمَةُ التَّائْنِيْثِ تَاءٌ اَوْ اَلِفْ # وَفِيْ اَسَمٍ قَدَّرُوا التَّا  كَالْكَتِفْ

Cirinya muannats alif atau Ta’ # Dan kadang tanpa tanda dengan nyimpan Ta’

عُـذْرٍ  adalah mufrod ( menunjukkan makna satu ).

Rumus A2:

Tentukan kata / lafadz antara: isim fa’il, isim maf’ul, mashdar. atau bukan isim fa’il, bukan isim maf’ul dan juga bukan mashdar.

Apabila bukan dari salah satu tiga di atas maka yang menentukan kamus.

Apa saja yang ditentukan kamus ?

Yang ditentukan adalah: mashdar madli tiga huruf, mashdar mim, jamak taksir, jamid.

Termasuk yang manakah lafadz   عُـذْرٍ  menurut rumus A2 ?

عُـذْرٍ  menurut rumus A2:

bukan isim fa’il, bukan isim maf’ul dan juga buka mashdar ( tidak ada yang sesuai dengan wazan – wazan yang ada ).

عُـذْرٍ  menurut rumus A2 isim jamid ( lebih tepatnya lihat kamus ).

Kesimpulan

عُـذْرٍ

Rumus utama: Isim karena tanwin

Rumus A1:

Nakiroh karena tanwin

Mu’rob karena tidak serupa dengan huruf

Mudzakkar karena tidak ada tanda – tanda muannats

Mufrod karena menunjukkan makna satu

Rumus A2:

عُـذْرٍ  menurut rumus A2:

bukan isim fa’il, bukan isim maf’ul dan juga buka mashdar ( tidak ada yang sesuai dengan wazan – wazan yang ada ).

عُـذْرٍ  menurut rumus A2 isim jamid ( lebih tepatnya lihat kamus ).

Semoga artikel yang sanga panjeng ini dapat membantu para pemula dalam belajar ilmu nahwu, tidak membingungkan, bahkan menambah faham dan hafal, semoga bermanfaat dan barokah. Aaamiin

 

*Miliki bukunya dan pelajari isinya.

Kritik, saran, tanggapan anda bisa anda tulis di kolom komentar atau via wa:

0852 5971 7000

Penulis: Moh Mahfudz Rozy

Support dakwah dengan infaq: BSI Rek 1177974474 an. MOH MAHFUDZ ROZY

About Us

Contact Us

Privacy Policy

Disclaimer

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *