GIAT BELAJAR AMTSILATI

iklan

TEAT

PARA SANTRI KAMI UCAPKAN SELAMAT KEMBALI KE PESANTREN, SEMOGA ILMUNYA MANFAAT DAN BAROKAH. BELAJAR AMTSILATI VIA ONLINE/OFFLINE HUB. +62852 5971 7000

Isim Fa’il wazan مُـنْــفَـعِـلٌ penerapan rumus A2 ( Amtsilati Jilid 2 )

Isim Fa’il wazan  مُـنْــفَـعِـلٌ  penerapan rumus A2 ( Amtsilati Jilid 2 )

AMTSILATI JILID DUA

BAB III

ISIM FA’IL WAZAN MUNFA’ILUN

مُـنْــفَـعِـلٌ

Huruf  yang tertulis ada lima diawali mim dlommah huruf kedua berupa nun, ‘ain fi’il dibaca kasroh. ini adalah merupakah kaidah bagi isim fa’il berwazan di atas. adapun kesamaan – kesamaa dengan isim yang lain akan dibahas berikutnya. Insya-Allah

Pehatikan bahwa yang lurus dengan fa’ disebut fa’ f’il, yang lurus dengan ‘ain disebut ‘ai fi’il, dan yang lurus deng lam maka disebut lam fi’il. ini psangat penting diketahui dalam mencocokkan dengan wazan. bentuk isim fa’il yang akhirnya berupa huruf ‘illat akan dibahas nanti dalam bab lima. agar fokus dahulu dengan materi yang ada dan peserta didik tidak terbebani dalam memahaminya. sebab pelajaran atau metode ini digunakan untuk pemula.

 

Kunjungi video playlist:

KBM Amtsilati, Amtsilati Jilid 1 2020, Amtsilati Jilid 1, Amtsilati Jilid 2, Amtsilati Jilid 3, Amtsilati Jilid 4, Amtsilati Jilid 5.

 

Kembali pada pembahasan isim fa’il yang berwazan  مُـنْــفَـعِـلٌ  maka mimnya harus dibaca dlommah, nun-nya sukun dan ‘ain fi’ilnya kasroh, apabila difathah ‘ain fi’ilnya maka yang jelas bukan isim fa’il, sebab sudah tidak sesuai dengan wazannya. lam fi’il bisa dibaca apa saja seprti Lin, Lun, Lan tau Li, Lu, La sesuai dengan kedudukan atau pengaruh sebelumnya.

Contoh:

مُـنْسَـجِـمٌ  adalah isim fa’il mengikuti wazan  مُـنْــفَـعِـلٌ

مُـنْـكَسِـرٌ  adalah isim fa’il mengikuti wazan  مُـنْــفَـعِـلٌ

مُـنْـدَرِجٌ   adalah isim fa’il mengikuti wazan  مُـنْــفَـعِـلٌ

مُـنْـقَـلِـبٌ  adalah isim fa’il mengikuti wazan  مُـنْــفَـعِـلٌ

Foto: Santri yayasan pendidikan dan sosial DARUL KHIDMAH Jambesari Darussholah Bondoowoso Jawa Timur. ( Binaan penulis artikel )

Contoh uaraian:

وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُـنْـقَـلِـبُـوْنَ

وَإِنَّا   pembahasannya di jilid tiga

إِلَى   adalah huruf jer, dasarnya

هَاكَ حُرُوْفَ الْجَرِّ وَهْيَ مِنْ إِلَى # حَتَّى خَلاَ حَاشَا عَدَ فِيْ عَنْ عَلِى

مُذْ مُنْذُ رُبَّ اللاَّمُ كَيْ وَاوٌ وَ تَــا # وَالْكـَافُ وَ الْبَـا وَلَعَــــــــلَّ وَ مَتَى

Huruf jar itu berupa min dan ilaa # Hatta khalaa hasyaa ‘adaa fii ‘an ‘alaa

Mudz mundzu Lam dan Kay wawu dan Ta # Huruf Kaf dan Ba dan La’alla dan Mata

Semua huruf termasuk huruf jar hukumnya mabni, Dasarnya:

وَكُلُّ حَــرْفٍ مُسْتَحِقٌّ لِلْبِنَــا # وَالْأَصْــلُ فِي الْمَبْنِيِّ أَنْ يُسَـــــــكَّنَ

Dan semua huruf hukumnya mabni # Sukun jadi tanda aslinya mabni

 إِلَى mabni sukun

رَبِّ lafadz setelah huruf jar hukumnya jar atau majrur dijarkan oleh إِلَى  tanda jarnya kasroh, dasarnya

فَارْفَعْ بِضَمٍّ وَانْصِبَنْ فَتْحًا وَجُرّ  #  كَسْرًا كَذِكْرُاللهِ عَبْدَهُ يَسُرّ

وَاجْزِمْ بِتَسْكِيْنٍ وَغَيْرُ مَا ذُكِرْ  #  يَنُوْبُ نَحْوُ جَااَخُوا بَنِيْ نَمِر

Rofa’ dlommah nashab fathah jazem sukun # Jar kasroh dzikirlah Allah dengan tekun

رَبِّ tanpa Al dan tanpa tanwun karena menjadi mudlaf, dasarnya:

نُوْنًا تَلِي الْإِعْرَابَ اَوْ تَنْوِيْنَا  #  مِمَّا تُضِيْفُ اخْذِفْ كَطُوْرِسِيْنَا

وَالثَّانِيَ اجْرُرْ وَانْوِ مِنْ اَوْ فِيْ إِذَا  #  لَمْ يَصْلُحْ إِلاَّ ذَاكَ وَاللَّامَ خُذَا

Nun tanwin yang jadi mudlaf dibuang # mudlaf ilaih jar dan al mudlaf dibuang

Idlafah harus menyimpan maknanya Fi # Atau maknya Min dan maknaya Li

 نَـا menjadi mudlaf ilaih, hukumnya jar. Dasarnya:

نُوْنًا تَلِي الْإِعْرَابَ اَوْ تَنْوِيْنَا  #  مِمَّا تُضِيْفُ اخْذِفْ كَطُوْرِسِيْنَا

وَالثَّانِيَ اجْرُرْ وَانْوِ مِنْ اَوْ فِيْ إِذَا  #  لَمْ يَصْلُحْ إِلاَّ ذَاكَ وَاللَّامَ خُذَا

Nun tanwin yang jadi mudlaf dibuang # mudlaf ilaih jar dan al mudlaf dibuang

Idlafah harus menyimpan maknanya Fi # Atau maknya Min dan maknaya Li

نَـا tanda jarnya tetap ( tidak dengan kasroh ) karena dlomir hukumnya mabni.

Dasarnya:

وَكُلُّ مُضْمَرٍ لَهُ الْبِنَا يَجِبْ  #  وَلَفْظُ مَا جُرَّ كَلَفْظِ مَا نُصِبْ

Semua dlomir juga mabni hukumnya  #  Lafadz jarnya seperti lafadz nashabnya

   لَ pembahasan berikutnya

مُـنْـقَـلِـبُـوْنَ

Rumus utama: 

Bedakan setiap kata / lafadz antara: a) isim b) fi’il c) huruf. dasarnya

 

إِسْمًا وَ فِعْلاً ثُمَّ حَرْفًا مَيِّزَا # لَفْظًا بِمَا مِنَ الْعَلاَمَةِ احْرِزَا

Bedakan dulu isim fi’il dan huruf  #  Dengan tanda tanda isim fi’il huruf

مُـنْـقَـلِـبُـوْنَ  adalah isim, karena nun sebagai ganti tanwin . dasarnya

بِالْجَرِّ وَالتَّنْوِيْنِ والنِّدَا وَاَلْ # وَمُسْنَدٍ لِلْإِسْمِ تَمْيِيْزٌ حَصَلْ

Tanda isim dengan jer tanwin Al nida’ # dan musnad ilaih contoh fa’il mubtada

Karena yang kita temui isim maka berikutnya penerapan rumus A1.

Rumus A1 adalah membedakan isim antara:

- Ma’rifat / Nakiroh

- Mabni / Mu’rob

- Mudzakkar / Muannats

- Mufrod / mutsanna / Jamak

مُـنْـقَـلِـبُـوْنَ  adalah nakiroh, karena nun sebagai ganti tanwin. dasarnya

نَكِرَةٌ قَابِلُ اَلْ مُؤَثِّرَةْ # اَوْ وَاقِعٌ مَوْقِعَ مَا قَدْ ذُكِرَ

Nakiroh jadi ma’rifat bila ber-Al # ciri mudahnya tanwin dapat dihafal

*Nama walaupun bertanwin masuk makrifat karena nama

Contoh:  مَحْمُوْدٌ، مُحَمَّدٌ، زَيْدٌ 

مُـنْـقَـلِـبُـوْنَ  adalah mu’rob, karena tidak serupa dengan huruf. dasarnya

وَمُعْرَبُ الْأَسْمَاءِ مَا قَدْ سَلِمَا # مِنْ شَبَهِ الْأَرْضِ كَأَرْضٍ وَسُمَا

Mu’robnya kalimat isim itu sepi # serupa huruf contoh  سُمَا dan  اَرْضٍ

مُـنْـقَـلِـبُـوْنَ  adalah mudzakkar, karena mufrodnya tidak ada tanda – tanda muannats.

Tanda - tanda muannats

- Diakhiri alif ( ا / ى )

- Diakhiri Ta’ ( ة )

Dasarnya

عَلاَمَةُ التَّائْنِيْثِ تَاءٌ اَوْ اَلِفْ # وَفِيْ اَسَمٍ قَدَّرُوا التَّا  كَالْكَتِفْ

Cirinya muannats alif atau Ta’ # Dan kadang tanpa tanda dengan nyimpan Ta’

مُـنْـقَـلِـبُـوْنَ  adalah jamak mudzakkar salim dalam keadaan rofa’, tanda rofa’nya wawu.

Dasarnya

وَارْفَعْ بِوَاوٍ وَبِيَااجْرُرْ وَانْصِبِ  #  سَالِمَ جَمْعِ عَامِرٍ وَمُذْنِبِ

وَشِبْهِ ذَيْنِ وَبِهِ عِشْرُوْنَ  #  وَبَابُهُ اُلْحِقَ وَالْأَهْلُوْنَ

أُولُوْا وَعَالَمُوْنَ عِلِّيُّوْنَ  #  وَأَرَضُوْنَ شَدَّ وَالسِّنُوْنَ

Jamak mudzakkar dan mulhaq nashab ya’ nun # Rofa’nya wawu nun dan jar dengan ya’ nun

 Nun-nya  مُـنْـقَـلِـبُـوْنَ  adalah nun jamak, nun jamak dibaca fathah, Dasarnya

وَنُوْنَ مَجْمُوْعٍ وَمَا بِهِ الْتَحَقْ  #  فَافْتَحْ وَقَلَّ مَنْ بِكَسْرِهِ نَطَقْ

وَنُوْنُ مَا ثُنِّيَّ وَالْمُلْحَقِ بِهْ  #  بِعَكْسِ ذَاكَ اسْتَعْمَلُوْهُ فَانْتَبِهْ

Nun jamak dan mulhaqnya bacanya fathah # Nun tatsniyah dan mulhaqnya baca kasroh

Rumus A2:

Tentukan kata / lafadz antara: isim fa’il, isim maf’ul, mashdar. atau bukan isim fa’il, bukan isim maf’ul dan juga bukan mashdar.

Apabila bukan dari salah satu tiga di atas maka yang menentukan kamus.

Apa saja yang ditentukan kamus ?

Yang ditentukan adalah: mashdar madli tiga huruf, mashdar mim, jamak taksir, jamid.

Termasuk yang manakah lafadz  مُـنْـقَـلِـبُـوْنَ  menurut rumus A2 ?

مُـنْـقَـلِـبُـوْنَ  adalah isim fa’il mengikuti wazan  مُـنْــفَـعِـلٌ . tambahannya adalah wawu dan nun.

Semuga artikel ini bisa bermanfaat dan barokah serta dapat menjadi pendamping bagi pemula yang belajar ilmu dengan menggunakan metode amtsilati. Aaamiin

Artikel terkait:

Tanda –tanda isim

Jamak mudzakkar salim

Jamak muannats salim

Jamak taksir

Isim fa’il wazan mufta'ilun

 

*Miliki bukunya dan pelajari isinya.

Kritik, saran, tanggapan anda bisa anda tulis di kolom komentar atau via wa:

0852 5971 7000

Penulis: Moh Mahfudz Rozy

Support dakwah dengan infaq: BSI Rek 1177974474 an. MOH MAHFUDZ ROZY

About Us

Contact Us

Privacy Policy

Disclaimer

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *