GIAT BELAJAR AMTSILATI

iklan

TEAT

PARA SANTRI KAMI UCAPKAN SELAMAT KEMBALI KE PESANTREN, SEMOGA ILMUNYA MANFAAT DAN BAROKAH. BELAJAR AMTSILATI VIA ONLINE/OFFLINE HUB. +62852 5971 7000

Mengenalkan dlomir muttashil dan kemabniannya ( materi amtsilati jilid satu bab II )

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله رب العالمين وبه نستعين على أمور الدنيا والدين، وصلى الله وسلم على سيدنا محمد خاتم النبيين و اله وصحبه اجمعين، ولا حول ولاقوة إلا بالله العليّ العظيم.

Alhamdulillah bisa melanjutkan materi berikutnya, yaitu pendampingan materi jilid satu amtsilati bab II halaman 20 – 21 tentang dlomir muttashil. jangan lupa awali setiap belajar dengan pembacaan suroh alfatihah kepada penyusun metode amtsilati dan semua orang yang membantu menyebarkannya. contoh hadloroh sudah ada di halaman pertama masing – masing buku.

    Foto: penulis saat mengisi pelatihan metode amtsilati di pondok pesantren BAHRUL ULUM Sawit permai kec. Dayun kab. Siak Riau 

Dlomir muttashil   ہُ، هُمَا، هُمْ، هُنَّ  dibaca   ہِ، هِمَا، هِمْ، هِنَّ  apabila berada setelahnya harokat kasroh atau berada setelahnya ya’ sukun.

Berada setelah ya’ sukun

Berada setelah harokat kasroh

Dlomir

فِيْهِ اٰيَاتٌ بَيِّنَاتٌ

اَنَّ صَالِحًا مُرْسَلٌ مِنْ رَبِّهِ

ہُ

فِيْهِمَا عَيْنَانِ تَجْرِيَانِ

مِنْ دُوْنِهِمَا جَنَّتَانِ

هُمَا

وَتُكَلِّمُنَا اَيْدِيْهِمْ

وَلَبِثُوْا فِيْ كَهْفِهِمْ ثَلاَثَ مِائَةٍ سِنِيْنَ

هُمْ

فِيْهِنَّ قَاصِرَاتِ الطَّرْفِ

يَتَفَطَّرْنَ مِنْ فَوْقِهِنَّ

هُنَّ

 

Dlomir – dlomir di atas bukan karena berada setelah huruf jar atau bukan pula sebab menjadi mudlaf ilaih. akan tetapi karena berada setelah harokat kasroh atau ya’ sukun. seperti lafadz   بِهِ، فِيْهِ  ini bukan karena berada setelah huruf jar, melainkan sebab berada setelah harokat kasroh atau ya’ sukun.

Dasarnya

هَا فَاكْسِرَنْ مِنْ ہُ هُمَا هُنَّ وَهُمْ   #   إِنْ قَبْلَهَا يَالسَّاكِنْ اَوْ كَسْرٌ فَعُمْ

هُنَّ هُمْ هُمَا ہُ ha’ dibaca kasroh # Sebelumnya ya’ sukun atau kasroh

Contoh uraian

مِنْ رَبِّهِ

مِنْ adalah huruf jar, dasarnya

هَاكَ حُرُوْفَ الْجَرِّ وَهْيَ مِنْ إِلَى # حَتَّى خَلاَ حَاشَا عَدَ فِيْ عَنْ عَلِى

مُذْ مُنْذُ رُبَّ اللاَّمُ كَيْ وَاوٌ وَ تَــا # وَالْكـَافُ وَ الْبَـا وَلَعَــــــــلَّ وَ مَتَى

Huruf jar itu berupa min dan ilaa # Hatta khalaa hasyaa ‘adaa fii ‘an ‘alaa

Mudz mundzu Lam dan Kay wawu dan Ta # Huruf Kaf dan Ba dan La’alla dan Mata

Semua huruf termasuk huruf jar hukumnya mabni, Dasarnya

وَكُلُّ حَــرْفٍ مُسْتَحِقٌّ لِلْبِنَــا # وَالْأَصْــلُ فِي الْمَبْنِيِّ أَنْ يُسَـــــــكَّنَ

Dan semua huruf hukumnya mabni # Sukun jadi tanda aslinya mabni

  مِنْ  mabni sukun

رَبِّ  lafadz setelah huruf jar, hukumnya jar atau majrur ( dijarkan oleh مِنْ ) tanda jarnya kasroh. dasarnya

فَارْفَعْ بِضَمٍّ وَانْصِبَنْ فَتْحًا وَجُرّ  #  كَسْرًا كَذِكْرُاللهِ عَبْدَهُ يَسُرّ

وَاجْزِمْ بِتَسْكِيْنٍ وَغَيْرُ مَا ذُكِرْ  #  يَنُوْبُ نَحْوُ جَااَخُوا بَنِيْ نَمِر

Rofa’ dlommah nashab fathah jazem sukun # Jar kasroh dzikirlah Allah dengan tekun

رَبِّ tanpa Al dan tanpa tanwin karena menjadi mudlaf dari pada lafadz  ـهِ dasarnya

نُوْنًا تَلِي الْإِعْرَابَ اَوْ تَنْوِيْنَا  #  مِمَّا تُضِيْفُ اخْذِفْ كَطُوْرِسِيْنَا

وَالثَّانِيَ اجْرُرْ وَانْوِ مِنْ اَوْ فِيْ إِذَا  #  لَمْ يَصْلُحْ إِلاَّ ذَاكَ وَاللَّامَ خُذَا

Nun tanwin yang jadi mudlaf dibuang # mudlaf ilaih jar dan al mudlaf dibuang

Idlafah harus menyimpan maknanya Fi # Atau maknya Min dan maknaya Li

ـهِ  dalam mahal ( kedudukannya ) menjadi mudlaf ilaih dari pada lafadz  رَبِّ , mudlaf ilaih hukumnya jar. Dasarnya

نُوْنًا تَلِي الْإِعْرَابَ اَوْ تَنْوِيْنَا  #  مِمَّا تُضِيْفُ اخْذِفْ كَطُوْرِسِيْنَا

وَالثَّانِيَ اجْرُرْ وَانْوِ مِنْ اَوْ فِيْ إِذَا  #  لَمْ يَصْلُحْ إِلاَّ ذَاكَ وَاللَّامَ خُذَا

Nun tanwin yang jadi mudlaf dibuang # mudlaf ilaih jar dan al mudlaf dibuang

Idlafah harus menyimpan maknanya Fi # Atau maknya Min dan maknaya Li

 ـهِ  seperti dalam susunan disebut dlomir muttashil mahal jar, yaitu menempati tempat yang hkumnya jar ( mudlaf ilaih ).

 ـهِ  tanda jarnya tetap ( tidak dengan kasroh ) karena dlomir hukumnya mabni.

Dasarnya

وَكُلُّ مُضْمَرٍ لَهُ الْبِنَا يَجِبْ  #  وَلَفْظُ مَا جُرَّ كَلَفْظِ مَا نُصِبْ

Semua dlomir juga mabni hukumnya  #  Lafadz jarnya seperti lafadz nashabnya

ـهِ  asalnya  ہُ  dibaca kasroh karena berada setelah harokat kasroh yaitu lafadz  رَبِّ  .

Dasarnya

هَا فَاكْسِرَنْ مِنْ ہُ هُمَا هُنَّ وَهُمْ   #   إِنْ قَبْلَهَا يَالسَّاكِنْ اَوْ كَسْرٌ فَعُمْ

هُنَّ هُمْ هُمَا ہُ ha’ dibaca kasroh # Sebelumnya ya’ sukun atau kasroh

 

Semuga artikel dapat memberikan kemudahan dalam mempelajari buku metode amtsilati terlebih bagi pemula. dan semuga pula bermanfaat dan barokah bagi kita semuanya. Aaamiin

 

Kritik, saran, tanggapan anda bisa anda tulis di kolom komentar atau via wa:

0852 5971 7000

Penulis: Moh Mahfudz Rozy

Support dakwah dengan infaq: BSI Rek 1177974474 an. MOH MAHFUDZ ROZY

About Us

Contact Us

Privacy Policy

Disclaimer

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *